Tag Archives: Konsultan Pajak Jakarta Utara

KONSULTAN PAJAK JAKARTA JASA – AKUNTANSI PERBANKAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN BAGIAN 40

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

Perkreditan

 

122 Bank harus mengungkapkan hal-hal berikut.

  • jenis kredit, sektor ekonomi, dan jumlah kredit masing-masing;
  • jumlah kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa;
  • kedudukan bank dalam pembiayaan bersama dan besarnya porsi yang dibiayai;
  • jumlah kredit yang telah direstrukturisasi dan informasi lain tentang kredit yang direstrukturisasi selama periode berjalan;
  • klasifikasi kredit menurut jangka waktu, ketertagihan (kolektibilitas), valuta dan tingkat bunga kredit yang dihitung secara rata-rata;
  • ikhtisar perubahan penyisihan kerugian dan penghapusan kredit yang diberikan dalam tahun yang bersangkutan yang menunjukkan saldo awal, penyisihan selama tahun berjalan, penghapusan selama tahun berjalan, pembayaran kredit yang telah dihapusbukukan dan saldo penyisihan pada akhir tahun;
  • kebijakan dan metode akuntansi penyisihan, penghapusan dan penanganan kredit bermasalah;
  • metode yang digunakan untuk menentukan penyisihan khusus dan umum;
  • kebijakan, manajemen, dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit;
  • besarnya kredit bermasalah dan penyisihannya untuk setiap sektor ekonomi; dan (k) saldo kredit yang sudah dihentikan pembebanan bunganya.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

 

KONSULTAN PAJAK JAKARTA JASA – AKUNTANSI PERBANKAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN BAGIAN 39

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

Konsentrasi Aktiva, Kewajiban, dan Unsur-unsur di Luar Neraca

119 Bank harus mengungkapkan konsentrasi yang signifikan dari aktiva, kewajiban, dan unsur-unsur di luar neraca. Pengungkapan tersebut bisa berdasarkan daerah geograhs, kelompok nasabah atau industri, atau konsentrasi risiko lain. Bank juga harus mengungkapkan risiko mata uang asing yang signifikan.

120 Bank mengungkapkan konsentrasi distribusi aktiva dan sumber kewajibannya yang signifikan karena merupakan petunjuk bermanfaat atas risiko potensial yang terkandung dalam realisasi aktiva dan dana yang tersedia bagi bank. Pengungkapan konsentrasi tersebut dilakukan atas dasar geografis, kelompok nasabah atau kelompok industri, atau konsentrasi risiko lain yang sesuai dengan kondisi di bank. Bank juga perlu menyajikan analisis dan penjelasan serupa untuk unsur-unsur di luar neraca. Wilayah geografis dapat mencakup negara, kelompok negara, atau daerah dalam suatu negara (misalnya, provinsi atau kota). Kelompok pelanggan dapat dibagi per sektor, seperti pemerintah atau swasta. Ketentuan mengenai pengungkapan tersebut diberlakukan sebagai tambahan atas ketentuan yang diatur dalam PSAK 5: Pelaporan Informasi Keuangan Menurut Segmen.

121 Pengungkapan mengenai risiko yang berkaitan dengan valuta asing juga merupakan petunjuk bermanfaat atas risiko kerugian karena perubahan nilai tukar.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

 

KONSULTAN PAJAK JAKARTA JASA – AKUNTANSI PERBANKAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN BAGIAN 38

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

Komitmen, Kontinjensi, dan Unsur-unsur di Luar Neraca (Off Balance Sheet Items)

118 Para pengguna laporan keuangan perlu mengetahui komitmen dan kontinjensi yang tidak dapat dibatalkan dari suatu bank, karena komitmen dan kontinjensi tersebut dapat mempengaruhi likuiditas dan solvabilitas bank, serta dapat menimbulkan kemungkinan kerugian bagi bank. Para pengguna juga memerlukan informasi yang memadai tentang gambaran dan jumlah transaksi di luar neraca yang dilakukan oleh bank.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

 

KONSULTAN PAJAK JAKARTA JASA – AKUNTANSI PERBANKAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN BAGIAN 37

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

 

Komitmen, Kontinjensi, dan Unsur-unsur di Luar Neraca (Off Balance Sheet Items)

117 Kadang-kadang bank mengadakan transaksi yang tidak berakibat pada pengakuan aktiva dan kewajiban pada neraca, tetapi berakibat pada timbulnya komitmen dan kontinjensi. Pos-pos neraca seperti itu sering kali merupakan bagian yang penting dari usaha suatu bank dan dapat berdampak signifikan terhadap tingkat risiko yang dihadapi oleh suatu bank. Pos-pos tersebut dapat menambah atau mengurangi risiko-risiko lain, contohnya ketika bank melakukan aktivitas lindung nilai terhadap aktiva dan kewajiban pada neraca. Unsur-unsur di luar neraca dapat timbul dari transaksi yang dilakukan oleh bank untuk kepentingan nasabahnya atau dari posisi perdagangan bank itu sendiri.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

 

KONSULTAN PAJAK JAKARTA JASA – AKUNTANSI PERBANKAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN BAGIAN 36

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

Komitmen, Kontinjensi, dan Unsur-unsur di Luar Neraca (Off Balance Sheet Items)

116 Dalam kaitannya dengan komitmen dan kontinjensi, bank harus mengungkapkan hal-hal berikut:

  • karakteristik dan jumlah komitmen untuk menerima dan memberikan kredit yang tidak bisa dibatalkan oleh bank, tanpa menimbulkan sanksi atau beban yang signifikan pada pihak bank. Jumlah komitmen fasilitas pinjaman yang diterima diungkapkan sebesar sisa fasilitas yang belum digunakan oleh bank. Jumlah komitmen fasilitas kredit yang diberikan diungkapkan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik oleh nasabah;
  • karakteristik dan jumlah komitmen atas:
  • penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) yang masih berjalan dalam rangka impor sebesar sisa jumlah L/C yang belum direalisasi; dan
  • fasilitas penerbitan efek atau komitmen sejenis lainnya; dan
  • karakteristik dan jumlah kontinjensi yang berhubungan dengan:
  • subtitusi kredit langsung, seperti garansi bank, standby L/C dan risk sharing dalam rangka pemberian kredit;
  • transaksi tertentu (konstruksi dan perdagangan) seperti garansi penawaran (bid bonds), garansi pelaksanaan (performance bonds), garansi uang muka (advance payment bonds), garansi kepabeanan (shipping guarantee/ missing B/L guarantee), dan standby L/C untuk transaksi tertentu tersebut;
  • garansi yang diterima dan diterbitkan dalam rangka pemberian atau penerimaan kredit dalam dan luar negeri, kontra garansi dad bank lain, corporate guarantee yang diterima bank dan L/C yang dapat dibatalkan (revocable) yang masih berjalan;
  • garansi bank atau jaminan yang diterbitkan secara sindikasi sebesar porsi yang dijamin bank yang bersangkutan;
  • perdagangan yang sifatnya berakhirsendiri (self-liquidating) dan berjangka pendek yang timbul dari pergerakan barang-barang, sepertikredit dokumenter yang timbul ketika barang yang dikirimkan digunakan sebagai jaminan; dan
  • pendapatan bunga dalam penyelesaian yang merupakan perhitungan bunga dad

aktiva produktif nonperforming yang belum dapat diakui sebagai pendapatan

bunga dalam periode berjalan.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®