Penentuan Nilai Wajar Aktiva dan Kewajiban yang Diakuisisi

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Kontinjensi dan Peristiwa setelah Tanggal

Nilai wajar aktiva dan kewajiban yang diakuisisi ditentukan berdasarkan tujuan penggunaannya oleh perusahaan pengakuisisi. Tujuan penggunaan aktiva biasanya tidak berbeda dengan tujuan semula penggunaannya kecuali aktiva tersebut akan digunakan untuk tujuan lain. Jika suatu aktiva dimaksudkan digunakan untuk tujuan lain dan penilaiannya dilakukan berdasarkan tujuan baru tersebut, maka penilaian aktiva lain yang terkait harus dilakukan dengan dasar yang konsisten. Jika suatu aktiva atau segmen usaha dari perusahaan yang diakuisisi dihentikan, maka hal ini harus dipertimbangkan dalam penentuan nilai wajarnya.

Pedoman umum dalam menentukan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang diakuisisi adalah sebagai berikut:

  1.  surat berharga yang diperjualbelikan (marketable securities) dinilai berdasarkan harga pasar yang berlaku;
  2. surat berharga yang tidak diperjualbelikan (non-marketable securities) dinilai berdasarkan nilai estimasi dengan mempertimbangkan ukuran seperti price earnings ratio, pembagian dividen dan tingkat pertumbuhan yang diharapkan dengan memperbandingkan perusahaan yang mempunyai karakteristik yang sama;
  3.  piutang dinilai berdasarkan nilai sekarang dari jumlah yang akan diterima dengan menggunakan tingkat bunga yang sesuai, dikurangi penyisihan piutang sangsi dan biaya penagihan, sesuai keadaan. Tetapi piutang jangka pendek tidak perlu dihitung nilai sekarangnya jika selisih antara nilai nominal dan nilai sekarang tidak material;
  4.  persediaan:
  • barang jadi dan barang dagangan dinilai berdasarkan harga jual dikurangi: (a) penjumlahan biaya penjualan (cost of disposal) dan (b) taksiran keuntungan yang wajar atas penjualan yang ditentukan berdasarkan tingkat keuntungan barang sejenis;
  •  barang dalam proses dinilai berdasarkan harga jual barang jadi dikurangi: (a) penjumlahan biaya untuk penyelesaian, (b) biaya penjualan dan (c) taksiran keuntungan yang wajar atas penjualan yang ditentukan berdasarkan tingkat keuntungan barang sejenis;
  • bahan baku dinilai berdasarkan biaya pengganti saat itu (current replacement cost);
    (e) tanah dan bangunan:
    (i) apabila akan digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan sebelumnya, dinilai berdasarkan nilai pasar untuk tujuan penggunaan tersebut;
    (ii) apabila akan digunakan untuk tujuan yang berbeda dengan tujuan penggunaan sebelumnya, dinilai berdasarkan nilai pasar sesuai dengan tujuan penggunaan yang diharapkan;
    (iii) apabila akan dijual atau sementara ditahan dan selanjutnya akan dijual kembali, dinilai berdasarkan nilai realisasi neto (net realisable value);

5.  pabrik dan peralatan (plant and equipment):

  •  jika akan digunakan, dinilai berdasarkan nilai pasar yang ditentukan oleh perusahaan penilai. Jika sulit untuk menentukan harga pasar, karena pabrik atau peralatan tersebut sangat khusus sifatnya, dinilai berdasarkan biaya pengganti saat ini setelah memperhitungkan jumlah penyusutan (depreciated replacement cost),
  •  jika akan digunakan untuk sementara waktu (temporer), dinilai berdasarkan harga terendah antara biaya pengganti saat itu (current replacement cost) untuk kapasitas yang sebanding dan nilai realisasi neto (net realisable value); dan
  •  apabila akan dijual atau sementara ditahan untuk selanjutnya akan dijual kembali, dinilai berdasarkan nilai realisasi netonya;
  • aktiva tak berwujud, seperti hak paten dan lisensi, dinilai berdasarkan nilai taksiran;

6. aktiva neto atau kewajiban program pensiun manfaat pasti, ditentukan berdasarkan nilai sekarang aktuaria (actuarial present value) dari manfaat pensiun yang dijanjikan dikurangi nilai wajar aktiva yang tersedia untuk program pensiun;
(i) tagihan dan kewajiban pajak, ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku berkenaan dengan terjadinya penggabungan usaha;

7.hutang usaha, wesel bayar, hutang jangka panjang, kewajiban, akrual dan hutang lainnya dinilai berdasarkan nilai sekarang (present value) jumlah yang akan dibayar yang didiskontokan dengan menggunakan tingkat wajar saat itu. Akan tetapi, hutang jangka pendek tidak perlu didiskontokan apabila selisih antara nilai nominal dan nilai sekarang tidak material; dan

kewajiban sehubungan dengan penutupan pabrik dan pemutusan kontrak akibat akuisisi, dinilai berdasarkan nilai sekarang jumlah yang akan dibayar dan didiskontokan berdasarkan tingkat bunga wajar saat itu.

Beberapa pedoman tersebut di atas mengasumsikan bahwa nilai wajar akan ditentukan dengan menggunakan pendiskontoan (discounting). Bila pedoman tersebut tidak menyatakan digunakannya pendiskontoan, maka pendiskontoan tidak wajib digunakan dalam menentukan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id

Copyright © Mitra Konsultindo – Konsultan Pajak ®

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *