Amortisasi Periode Amortisasi

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Kontinjensi dan Peristiwa setelah Tanggal

Jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya. Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva Oak berwujud Oak akan melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva slap digunakan. Amortisasi harus mulai dihitung saat aktiva slap untuk digunakan.

Manfaat ekonomis masa depan yang terkandung dalam suatu aktiva tidak berwujud dikonsumsi dengan berjalannya waktu. Untuk mencerminkan konsumsi tersebut, nilai tercatat aktiva tersebut diturunkan. Hal’tersebut, dilakukan melalui alokasi yang sistematis atas biaya perolehan, dikurangi nilai sisa. Alokasi yang sistematis tersebut diperhitungkan sebagai beban amortisasi sepanjang masa manfaat aktiva tersebut. Amortisasi perlu diakui tanpa memandang apakah telah terjadi kenaikan, misalnya, pada nilai wajar atau nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tersebut. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud, termasuk:

  1. perkiraan pemakaian aktiva oleh perusahaan dan efisiensi pengelolaannya oleh tim manajemen yang lain;
  2. siklus hidup produk (product life cycles) yang lazim bagi aktiva tersebut dan informasi yang beredar mengenai estimasi masa manfaat aktiva sejenis yang digunakan dengan cara yang sama;
  3. keusangan teknis, teknologi, atau jenis-jenis keusangan lainnya;
  4. stabilitas industri tempat aktiva tersebut beroperasi dan perubahan-perubahan dalam permintaan pasar atas produk dan jasa yang dihasilkan oleh aktiva tersebut;
  5.  perkiraan tindakan oleh pesaing atau calon pesaing;
  6. tingkat/jumlah pengeluaran untuk pemeliharaan yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat ekonomis masa depan dari aktiva dan kemampuan serta maksud perusahaan untuk mencapai tingkat tersebut;
  7. periode pengendalian aktiva dan pembatasan hukum atau pembatasan lainnya yang dikenakan atas penggunaan aktiva tersebut, seperti tanggal berakhirnya sewa guna usaha yang terkait; dan
  8. ketergantungan masa manfaat aktiva tersebut atas masa manfaat aktiva lainnya dari perusahaan.

Menilik sejarah pesatnya perkembangan teknologi, piranti lunak komputer, dan banyak aktiva tidak berwujud lainnya rentan terhadap keusangan teknologi. Oleh karena itu, mass manfaat aktiva tidak berwujud cenderung pendek.

Estimasi masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud pada umumnya menjadi kurang andal sejalan dengan semakin panjangnya masa manfaat aktiva tersebut. Pernyataan ini menganut pandangan bahwa masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud pada umumnya tidak akan melebihi 20 tahun.

Dalam kasus yang jarang terjadi, timbul bukti yang meyakinkan bahwa masa manfaat aktiva tidak berwujud akan melebihi 20 tahun. Dalam hal ini, asumsi bahwa masa manfaat pada umumnya tidak melebihi 20 tahun tidak berlaku lagi, dan perusahaan:

  1. mengamortisasi aktiva tidak berwujud sepanjang estimasi terbaik atas masa manfaatnya;
  2. mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tidak berwujud, paling tidak setahun sekali, dalam rangka mengidentifikasi rugi penurunan nilai dan
  3. mengungkapkan alasan asumsi 20 tahun tidak berlaku lagi dan faktor-faktor utama dalam menentukan masa manfaat aktiva

Masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud mungkin saja sangat panjang, tetapi selalu ada batasnya. Mengingat adanya unsur ketidakpastian, masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud perlu ditentukan oleh perusahaan secara hati-hati. Namun, perusahaan juga harus menghindarkan penetapan masa manfaat yang secara realistis terlalu pendek.

Jika pengendalian atas manfaat ekonomis masa depan dari suatu aktiva tidak berwujud diperoleh melalui hak hukum yang diberikan selama suatu periode tertentu, maka masa manfaat aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi periode hak hukum tersebut kecuali:
(a) hak hukum tersebut dapat diperbarui; dan
(b) pembaruan tersebut pada dasarnya pasti diperoleh.

Ada berbagai faktor ekonomis dan hukum yang dapat mempengaruhi masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud: faktor ekonomis menentukan periode perusahaan menikmati masa manfaat ekonomis masa depan; sedangkan faktor hukum dapat membatasi periode perusahaan mengendalikan akses terhadap manfaat tersebut. Masa manfaat adalah periode yang lebih pendek di antara periode-periode yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Berikut adalah beberapa di antara faktor-faktor yang dapat memberikan indikasi bahwa pembaruan hak hukum pada dasarnya sudah pasti:

  1. nilai wajar aktiva tidak berwujud tidak mengalami penurunan dengan semakin dekatnya waktu yang semula ditetapkan sebagai waktu berakhirnya aktiva tersebut atau nilai wajar aktiva tersebut tidak mengalami penurunan yang nilainya Iebih besar jika dibandingkan dengan biaya memperbarui hak yang terkandung dalam aktiva tersebut;
  2. terdapat bukti (misalnya, berdasarkan pengalaman masa lampau) bahwa hak hukum tersebut akan diperbarui; dan
  3. terdapat bukti bahwa persyaratan untuk memperoleh pembaruan hak hukum, jika ada, akan dipenuhi.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *