Konsultan Pajak – Tinjauan Umum Perencanaan Pajak

PENDAHULUAN

Pembebanan pajak oleh Pemerintah yang berbentuk pemungutan pajak terhadap Wajib Pajak, pada hakekatnya merupakan perwujudan dari pengabdian kewajiban dan peran serta Wajib Pajak untuk secara bersama-sama melaksanakan pengumpulan dana untuk keperluan pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Namun satu hal yang perlu diingat bahwa pajak bukanlah merupakan iuran yang sifatnya sukarela. Pajak merupakan iuran yang dipaksakan, sehingga kelalaian dalam memenuhi kewajibannya dapat merugikan Wajib Pajak yang bersangkutan karena adanya ancaman sanksi hukum.

Membayar pajak bukanlah merupakan tindakan yang sederhana, sebab padanya terdapat banyak hal yang bersifat emosional. Sebagai sebuah kecenderungan umum dapat dikatakan bahwa pada dasarnya tidak ada seorang pun yang dengan senang hati membayar pajak karena akan mengurangi sumber daya mereka. Selanjutnya, rasa berat dalam membayar pajak akan melahirkan upaya-upaya untuk mengatur jumlah pembayaran pajak disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan ekonomi Wajib Pajak. Maka, berkembanglah tata cara untuk menghemat pembayaran pajak, mulai dari cara-cara yang “dihalalkan” sampai dengan cara-cara yang “diharamkan”. Artinya, usaha-usaha yang ditempuh Wajib Pajak tersebut ada yang tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan, namun ada pula yang bertentangan dengan peraturan perpajakan.

Tentu saja, cara-cara menghemat pembayaran pajak yang bertentangan dengan peraturan perpajakan akan menimbulkan konsekuensi berupa tuntutan pidana kepada Wajib Pajak yang melakukannya. Sedangkan cara-cara menghemat pembayaran pajak yang tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan merupakan cermin dari “kecerdikan”  Wajib pajak. Cara-cara menghemat pembayaran pajak yang tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan sering disebut dengan istilah Perencanaan Pajak (Tax Planning) atau ada juga yang menyebutnya Tax Management.

perencanaan pajak dapat didefinisikan sebagai tindakan penstrukturan Yang terkait dengan konsekuensi potensi pajaknya, yang tekanannya kepada pengendalian setiap transaksi yang ada konsekuensi pajaknya. Sedangkan tujuannya adalah bagaimana pengendalian itu dapat mengefisiensikan jumlah pajak yang akan dibayar kepada Negara, melalui apa yang disebut sebagai penghindaran pajak (tax avoidance) dan bukan penyelundupan pajak (tax evasion) yang melanggar hukum.

Perencanaan pajak yang diterapkan oleh satu Wajib Pajak, belum tentu sesuai apabila diterapkan oleh wajib pajak yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh karena kondisi yang melingkupi masing-masing Wajib Pajak bisa berbeda-beda. Perencanaan pajak yang dilakukan oleh wajib pajak sangat ditentukan oleh tujuan yang hendak dicapai oleh Wajib pajak tersebut. Kemudian, tuiuan yang hendak dicapai oleh Wajib Pajak ini akan menentukan strategi perencanaan pajak yang dipilih. Selanjutnya, pilihan alternatif strategi akan menentutkan teknik-teknik perencanaan pajak yang dipergunakan oleh Wajib Pajak.

Bab ini akan membahas secara umum mengenai perencanaan pajak yang meliputi : pengertian perencanaan pajak, karakteristik perencanaan pajak, pentingnya perencanaan pajak, tahapan-tahapan perencanaan pajak, aspek strategis perencanaan pajak ,  dan teknik umum perencanaan pajak sehubungan dengan tujuan yang hendak dicapai dan pemilihan strategi perencanaan pajak.

KARAKTERISTIK PERENCANAAN PAJAK

sebagaimana dimaklumi, perencanaan pajak juga dapat  dikatakan sebagai suatu proses pendeteksian celah-celah kelemahan (loopholes) pada ketentuan perundang-undangan perpajakan, untuk kemudian diolah sedemikian rupa sehingga ditemukan suatu cara penghindaran pajak yang dapat menghemat beban pajak. Oleh karena itu, sebelum memulai perencanaan pajak para pengambil keputusan harus memahami karakteristik yang ada dalam perencanaan pajak. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:

1. Legal, mengandung arti bahwa kegiatan perencanaan pajak tidak boleh bertentangan dengan peraturan perpajakan yang berlaku;

2. Integral, mengandung arti bahwa kegiatan perencanaan pajak merupakan bagian integral dari perencanaan  menyeluruh perusahaan, baik perencanaan jangka panjang maupun perencanaan jangka pendek;

3. Valid, mengandung arti bahwa kegiatan perencanaan pajak harus didukung dengan bukti-bukti yang memadai, misalnya: contract document, invoice dan accounting treatment,

4.  Cash flows, mengandung arti bahwa kegiatan perencanaan pajak ini berhubungan dengan kegiatan mengendalikan cash flows atau menjaga likuiditas perusahaan;

5. Net Present value, mengandung arti bahwa kegiatan perencanaan pajak berhubungan dengan kegiatan memaksimalkan net present value.

 

Copyright © Mitra Konsultindo – Konsultan Pajak ®

 

konsultan pajak, jasa konsultan pajak, konsultan pajak jakarta, konsultan pajak indonesia, konsultan pajak jabodetabek, konsultan pajak jakarta barat, konsultan pajak jakarta timur, konsultan pajak jakarta selatan, konsultan pajak jakarta  utara, konsultan pajak jakarta pusat, konsultan pajak murah, jasa konsultasi pajak, tarif konsultan pajak, jasa laporan keuangan, pembuatan laporan keuangan, jasa manajemen bisnis, konsultan bisnis, jasa konsultan pajak jakarta, jasa konsultasi pajak, jasa laporan pajak, jasa laporan spt pajak, jasa laporan spt tahunan, jasa laporan spt masa bulanan, jasa laporan spt pajak orang pribadi, jasa laporan spt pajak badan usaha, jasa laporan spt pajak perusahaan, jasa laporan keuangan, jasa pembuatan laporan keuangan, jasa akuntansi, jasa pembukuan, jasa pembuatan laporan pajak, jasa pembuatan laporan spt pajak, jasa pembuatan laporan spt tahunan, jasa pembuatan spt pajak, jasa pembuatan spt tahunan, jasa pembuatan spt masa bulanan, jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi, jasa pembuatan spt tahunan badan usaha, jasa pembuatan spt tahunan perusahaan, konsultan pajak 2014, jasa konsultan pajak 2014, konsultan pajak 2015, jasa konsultan pajak 2015, jasa laporan spt tahunan orang pribadi, jasa laporan spt tahunan badan usaha, jasa laporan spt tahunan perusahaan, jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi, jasa pembuatan spt tahunan badan usaha, jasa pembuatan spt tahunan perusahaan, jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan orang pribadi, jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan badan usaha, jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan perusahaan,

jasa akuntansi, jasa akutansi, jasa pembukuan, jasa akuntansi pembukuan, jasa pembukuan akuntansi, jasa pembukuan laporan keuangan, jasa akuntansi laporan keuangan, jasa laporan keuangan, jasa pembuatan laporan keuangan, jasa pembuatan perusahaan, jasa pendiriaan perusahaan, jasa pembuatan usaha, jasa pendirian usaha, jasa pembuatan pt, jasa pendirian pt, jasa pembuatan cv, jasa pendirian cv, jasa audit, jasa audit laporan keuangan, jasa internal audit, jasa pengurusan izin usaha, jasa pengurusan ijin usaha, jasa perizinan usaha, jasa perijinan usaha,

jasa akuntansi jakarta, jasa akutansi jakarta, jasa pembukuan jakarta, jasa akuntansi pembukuan jakarta, jasa pembukuan akuntansi jakarta, jasa pembukuan laporan keuangan jakarta, jasa akuntansi laporan keuangan jakarta, jasa laporan keuangan jakarta, jasa pembuatan laporan keuangan jakarta, jasa pembuatan perusahaan jakarta, jasa pendiriaan perusahaan jakarta, jasa pembuatan usaha jakarta, jasa pendirian usaha jakarta, jasa pembuatan pt jakarta, jasa pendirian pt jakarta, jasa pembuatan cv jakarta, jasa pendirian cv jakarta, jasa audit jakarta, jasa audit laporan keuangan jakarta, jasa internal audit jakarta, jasa pengurusan izin usaha jakarta, jasa pengurusan ijin usaha jakarta, jasa perizinan usaha jakarta, jasa perijinan usaha Jakarta,

jasa manajemen bisnis, jasa bisnis manajemen, jasa konsultan bisnis, jasa konsultan manajemen, jasa konsultan bisnis manajemen, jasa konsultan manajemen bisnis, jasa manajemen bisnis jakarta, jasa bisnis manajemen jakarta, jasa konsultan bisnis jakarta, jasa konsultan manajemen jakarta, jasa konsultan bisnis manajemen jakarta, jasa konsultan manajemen bisnis jakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *