Konsultan Pajak Jakarta Jasa – Aspek Strategis Perencanaan Pajak

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

Terdapat beberapa strategi umum dalam rangka mengefisienkan beban pajak secara legal, yang terkait dengan bentuk dan ukuran perusahaan, kondisi internal maupun eksternal perusahaan, dan tujuan perusahaan.

1.   Aspek Strategis Berkaitan Dengan Bentuk Entitas Usaha Wajib Pajak

Wajib Pajak dapat berbentuk perseorangan maupun badan. Dalam memilih bentuk entitas hukum (legal entities), Wajib Pajak perlu mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan masing-masing bentuk entitas tersebut. Bentuk entitas berupa perseorangan, firma dan kongsi (partnership) lebih menguntungkan dibandingkan dengan bentuk badan hukum berupa Perseroan Terbatas. Pada Perseroan Terbatas, akan terjadi efek pengenaan pajak berganda yaitu pada saat penghasilan diperoleh perseroan dan pada saat dibagikan sebagai dividen. Hal ini dapat terjadi apabila penerima dividennya adalah:

–        pemegang saham perseorangan;
–        pemegang saham badan yang berbentuk selain Perseroan Terbatas (PT) dan Koperasi, serta PT yang kepemilikan atas saham disetornya kurang dari 25%.

Sedangkan pada bentuk entitas usaha yang berupa perseorangan, firma, kongsi (partnership), pengeluaran untuk gaji kepada pemilik atau sekutu, tidak diperkenankan untuk dikurangkan sebagai biaya.

2.   Aspek Strategis Berkaitan Dengan Tujuan Wajib Pajak

Strategi perencanaan pajak apa yang akan diterapkan, hendaknya disesuaikan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh Wajib Pajak. Beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh Wajib Pajak diantaranya adalah terpeliharanya likuiditas perusahaan dan terpeliharanya citra sebagai Wajib Pajak yang baik dan patuh di hadapan fiskus.

a.  Mengoptimalkan Beban Pengeluaran
Dalam rangka menurunkan Pajak Penghasilan yang akan dibayar, Wajib Pajak dapat memaksimalkan pengeluaran-pengeluarannya. Wajib Pajak yang bertujuan ingin mengendalikan likuiditas (cash flows) dan memaksimalkan net present value dapat melakukan optimalisasi pengurangan-pengurangan atas penghasilan kena pajak sepanjang diperkenankan oleh peraturan perpajakan, Pengeluaran/biaya yang dapat dikurangkan dan bermanfaat bagi perusahaan, seperti halnya biaya pendidikan dan pelatihan pegawai, biaya riset, biaya pemasaran, dan lain-lain, dapat digunakan untuk mengalihkan laba besar yang diperoleh perusahaan.

b.  Menghindari Sanksi Perpajakan
Citra sebagai Wajib Pajak yang patuh sangat penting untuk dimiliki oleh Wajib Pajak demi perkembangan dan kelancaran usaha. Citra yang baik ini akan membantu gerak usaha Wajib Pajak ketika berhadapan dengan mitra bisnis maupun dengan Pemerintah. Sanksi perpajakan yang dikenakan fiskus kepada Wajib Pajak akan menimbulkan citra yang kurang positif terhadap Wajib Pajak dan menjauhkan Wajib Pajak dari sebutan Wajib Pajak patuh. Wajib Pajak dituntut untuk menguasai peraturan pajak yang berlaku, sehingga dapat menghindari timbulnya sanksi perpajakan yaitu:

–        sanksi administrasi, berupa sanksi bunga, denda, atau kenaikan;
–        sanksi pidana, berupa pidana penjara atau kurungan.

c.  Menunda atau Mengangsur Pembayaran Pajak
Menunda atau mengangsur pembayaran pajak akan memelihara likuiditas Wajib Pajak. Wajib Pajak dapat menunda atau mengangsur pembayaran kewajiban pajak, sepanjang diperkenankan oleh peraturan perpajakan yang berlaku. Misalnya menunda menerbitkan Faktur Pajak keluaran sampai dengan batas waktu yang diperkenankan, sehingga pembayaran pajak akan tertunda juga. Dalam hal ini, penjual dapat menerbitkan Faktur Pajak pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak. Wajib Pajak juga dapat menunda atau mengangsur pembayaran ketetapan pajak dan juga pelunasan PPh Pasal 29, sampai maksimal 12 (dua belas) bulan.

d.  Memaksimalkan Sumber Pendanaan Perusahaan
Dalam hal perolehan aktiva tetap, Wajib Pajak dapat mempertimbangkan untuk menggunakan cara sewa-guna-usaha dengan hak opsi (finance lease) dibandingkan dengan cara pembelian secara langsung atau membuat sendiri. Beberapa keunggulan perolehan aktiva tetap dengan cara sewa-guna-usaha dengan hak opsi adalah :

–      jangka waktu leasing dengan hak opsi umumnya lebih pendek dari umur ekonomis aktiva; dan
–        pembayaran leasing dapat dibiayakan seluruhnya oleh lessee.

Dengan demikian, aktiva tetap tersebut dapat dibiayakan lebih cepat apabila dibandingkan dengan penyusutan (apabila aktiva tetap tersebut dibeli secara langsung atau dibuat sendiri).

e.  Memaksimalkan Kredit Pajak Penghasilan Yang Diperkenankan
Terdapat pajak-pajak yang dibayar pada tahun berjalan yang belum difahami oleh Wajib pajak bahwa pembayaran pajak-pajak tersebut dapat dikreditkan.  Misalnya adalah : pph atas Pengalihan Hak Atas Tanah Dan Atau Bangunan (PPHTB) yang dibayar oleh Wajib pajak badan, Fiskal Luar Negeri atas perjalanan dinas pegawai dan pungutan PPh Pasal 22 atas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina, semuanya merupakan kredit pajak PPh Badan.

f.    Memaksimalkan Transaksi Dalam satu Grup Perusahaan
Beban pajak secara grup dapat berkurang apabila dilakukan transaksi dalam satu grup tersebut, seperti misalnya pengalihan beban, pengalihan penghasilan dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam grupnya (intra-groups transaction), pembayaran intercompany dividends, dan lain-lain.

g.  Memaksimalkan Pembayaran Pajak-Pajak dan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan
Pajak-pajak yang dibayar oleh Wajib Pajak yang bukan merupakan kredit Pajak Penghasilan, umumnya dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan. Contohnya adalah : pajak-pajak daerah, retribusi daerah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Meterai,B6a Perolehan Hak Atas Tanah Dan Atau Bangunan (BPHTB) melalui penyusutan dan atau amortisasi, PPN masukan yang tidak dikreditkan, dan pembayaran kepada badan/lembaga amil zakat yang didirikan/disahkan oleh Pemerintah.

3.    Aspek Strategis Berkaitan Dengan Kondisi Internal Wajib Pajak

Kondisi internal yang dimiliki oleh Wajib Pajak mempengaruhi strategi perencanaan pajak yang akan diterapkan. Wajib Pajak yang satu dengan Wajib Pajak yang lain akan memiliki kondisi internal yang berbeda-beda, sehingga strategi perencanaan pajak yang diterapkan juga berbeda-beda. Diantara kondisi internal yang mempengaruhi strategi perencanaan pajak adalah kerugian yang diderita oleh Wajib Pajak. Dalam hal ini Wajib pajak dapat memaksimalkan kompensasi kerugian, melakukan merger, dan memilih metode penyusutan aktiva tetap yang sesuai.

a.   Memaksimalkan Kompensasi Kerugian
Kerugian yang diderita oleh Wajib Pajak dapat diperhitungkan (dikompensasi) dengan keuntungan yang diperoleh pada tahun berikutnya, sampai dengan lima tahun berikutnya, sejak tahun timbulnya kerugian (loss-carry over forward) Wajib pajak yang mengalami kerugian, seringkali kurang memperhatikan masa manfaat kompensasi kerugian, sehingga kerugian yang terjadi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Sesuai dengan pasal 6 ayat (2) UU PPh, kompensasi kerugian yang sudah melewati masa lima tahun pajak tidak bisa dipergunakan sebagai pengurang penghasilan tahun berjalan, sehingga perusahaan kehilangan kesempatan untuk bisa mengurangi beban pajak tahun berjalan.

b.  Melakukan Merger
peraturan perpajakan tidak memperkenankan wajib Pajak dalam satu grup kepemilikan untuk mengkompensasikan  kerugiannya satu sama yang lain. Untuk mengatasi hal ini, Wajib Pajak dapat melakukan penggabungan usaha dalam bentuk merger. penggabungan usaha berbentuk merger akan mengakibatkan bubarnya salah satu peserta penggabungan dan akan diserap oleh peserta penggabungan yang masih eksis berdiri. Merger yang dilakukan dua perusahaan bisa mengurangi beban pajak secara kumulatif, dalam kondisi salah satu perusahaan rugi atau mempunyai akumulasi rugi, karena kerugian akan terserap ke dalam struktur laba setelah merger sehingga Penghasilan Kena Paiak akan menjadi lebih kecil.

c.   Penentuan Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Aktiva tetap yang dimiliki oleh wajib Pajak dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu aktiva tetap bangunan dan aktiva tetap  bukan bangunan. Metode penyusutan aktiva tetap bukan bangunan menurut peraturan perpajakan adalah metode garis lurus (straightline method) atau saldo menurun (declining-balance method). Penyusutan aktiva tetap bukan bangunan dengan menggunakan metode saldo menurun akan menghasilkan lebih besar dari nilai tunai (present value) karena metode saldo menurun akan menyebabkan biaya penyusutan pada tahun awal lebih besar jumlahnya dan akan semakin menurun pada tahun pajak berikutnya, sehingga beban pajak menjadi kecil pada awal tahun dan semakin besar pada tahun berikutnya. Tetapi, bagi Wajib Pajak yang mengalami kerugian dan kerugian tersebut tidak akan habis terkompensasi dalam lima tahun, penggunaan metode penyusutan dipercepat kurang menguntungkan. Menentukan metode penyusutan secara tepat di awal beroperasi perusahaan, penting untuk dilakukan oleh Wajib Pajak dalam melakukan perencanaan pajak dengan mempertimbangkan kondisi keuangan wajib Pajak.

4.    Aspek strategis Berkaitan Dengan Kondisi Eksternal wajib Pajak

Strategi perencanaan pajak yang hendak diterapkan oleh Wajib Pajak juga dipengaruhi oleh kondisi ekaternal yang meingkupi Wajib Pajak. Diantara kondisi eksternal yang melingkupi wajib pajak adalah kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, keadaan pesaing usaha, dan kondisi perekonomian yang sedang mengalami inflasi. Pada saat keadaan ekonomi sedang mengalami inflasi yang tinggi, wajib Pajak dapat mempertimbangkan untuk melakukan revaluasi aktiva tetap, karena nilai buku aktiva tetap tersebut sudah tidak mencerminkan harga pasar yang berlaku.

Aktiva tetap yang nilai bukunya semakin menurun akan menghasilkan biaya penyusutan yang juga semalkin menurun, dalam hal Wajib Pajak melakukan penyusutan dengan menggunakan  metode saldo menurun. Kenaikan nilai buku aktiva tetap hasil dari revaluasi akan menyebabkan kenaikan biaya penyusutan, dan akan menyebabkan penurunan Penghasilan Kena Pajak. Dari sudut pandang perpajakan, atas selisih lebih nilai pasar dikurangi dengan nitai buku fiskal akan dikenakan PPh Final dengan tarif 10%. Tarif ini lebih kecil dibandingkan dengan tarif tertinggi PPh Badan sebesar 30%. Wajib pajak sebaiknya memperhitungkan manfaat dan biaya terlebih dahulu, sebelum melakukan revaluasi aktiva tetap.

Copyright © Mitra Konsultindo – Konsultan Pajak ®

konsultan pajak , jasa konsultan pajak , konsultan pajak jakarta , konsultan pajak indonesia , konsultan pajak jabodetabek , konsultan pajak jakarta barat , konsultan pajak jakarta timur , konsultan pajak jakarta selatan , konsultan pajak jakarta utara , konsultan pajak jakarta pusat , konsultan pajak bogor , konsultan pajak depok , konsultan pajak tangerang , konsultan pajak bekasi , kantor konsultan pajak , konsultan pajak murah , jasa konsultasi pajak , tarif konsultan pajak , jasa laporan keuangan , pembuatan laporan keuangan , jasa manajemen bisnis , konsultan bisnis , jasa konsultan pajak jakarta , jasa konsultasi pajak , jasa laporan pajak , jasa laporan spt pajak , jasa laporan spt tahunan , jasa laporan spt masa bulanan , jasa laporan spt pajak orang pribadi , jasa laporan spt pajak badan usaha , jasa laporan spt pajak perusahaan , jasa laporan keuangan , jasa pembuatan laporan keuangan , jasa akuntansi , jasa pembukuan , jasa pembuatan laporan pajak , jasa pembuatan laporan spt pajak , jasa pembuatan laporan spt tahunan , jasa pembuatan spt pajak , jasa pembuatan spt tahunan , jasa pembuatan spt masa bulanan , jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan spt tahunan perusahaan , konsultan pajak 2014 , jasa konsultan pajak 2014 , konsultan pajak 2015 , jasa konsultan pajak 2015 , jasa laporan spt tahunan orang pribadi , jasa laporan spt tahunan badan usaha , jasa laporan spt tahunan perusahaan , jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan spt tahunan perusahaan , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan perusahaan ,

jasa akuntansi , jasa akutansi , jasa pembukuan , jasa akuntansi pembukuan , jasa pembukuan akuntansi , jasa pembukuan laporan keuangan , jasa akuntansi laporan keuangan , jasa laporan keuangan , jasa pembuatan laporan keuangan , jasa pembuatan perusahaan , jasa pendiriaan perusahaan , jasa pembuatan usaha , jasa pendirian usaha , jasa pembuatan pt , jasa pendirian pt , jasa pembuatan cv , jasa pendirian cv , jasa audit , jasa audit laporan keuangan , jasa internal audit , jasa pengurusan izin usaha , jasa pengurusan ijin usaha , jasa perizinan usaha , jasa perijinan usaha ,

jasa akuntansi jakarta , jasa akutansi jakarta , jasa pembukuan jakarta , jasa akuntansi pembukuan jakarta , jasa pembukuan akuntansi jakarta , jasa pembukuan laporan keuangan jakarta , jasa akuntansi laporan keuangan jakarta , jasa laporan keuangan jakarta , jasa pembuatan laporan keuangan jakarta , jasa pembuatan perusahaan jakarta , jasa pendiriaan perusahaan jakarta , jasa pembuatan usaha jakarta , jasa pendirian usaha jakarta , jasa pembuatan pt jakarta , jasa pendirian pt jakarta , jasa pembuatan cv jakarta , jasa pendirian cv jakarta , jasa audit jakarta , jasa audit laporan keuangan jakarta , jasa internal audit jakarta , jasa pengurusan izin usaha jakarta , jasa pengurusan ijin usaha jakarta , jasa perizinan usaha jakarta , jasa perijinan usaha jakarta ,

jasa manajemen bisnis , jasa bisnis manajemen , jasa konsultan bisnis , jasa konsultan manajemen , jasa konsultan bisnis manajemen , jasa konsultan manajemen bisnis , jasa manajemen bisnis jakarta , jasa bisnis manajemen jakarta , jasa konsultan bisnis jakarta , jasa konsultan manajemen jakarta , jasa konsultan bisnis manajemen jakarta , jasa konsultan manajemen bisnis jakarta

===

jasa akuntansi bogor , jasa akutansi bogor , jasa pembukuan bogor , jasa akuntansi pembukuan bogor , jasa pembukuan akuntansi bogor , jasa pembukuan laporan keuangan bogor , jasa akuntansi laporan keuangan bogor , jasa laporan keuangan bogor , jasa pembuatan laporan keuangan bogor , jasa pembuatan perusahaan bogor , jasa pendiriaan perusahaan bogor , jasa pembuatan usaha bogor , jasa pendirian usaha bogor , jasa pembuatan pt bogor , jasa pendirian pt bogor , jasa pembuatan cv bogor , jasa pendirian cv bogor , jasa audit bogor , jasa audit laporan keuangan bogor , jasa internal audit bogor , jasa pengurusan izin usaha bogor , jasa pengurusan ijin usaha bogor , jasa perizinan usaha bogor , jasa perijinan usaha bogor ,

jasa manajemen bisnis bogor , jasa bisnis manajemen bogor , jasa konsultan bisnis bogor , jasa konsultan manajemen bogor , jasa konsultan bisnis manajemen bogor , jasa konsultan manajemen bisnis bogor ,

jasa akuntansi depok , jasa akutansi depok , jasa pembukuan depok , jasa akuntansi pembukuan depok , jasa pembukuan akuntansi depok , jasa pembukuan laporan keuangan depok , jasa akuntansi laporan keuangan depok , jasa laporan keuangan depok , jasa pembuatan laporan keuangan depok , jasa pembuatan perusahaan depok , jasa pendiriaan perusahaan depok , jasa pembuatan usaha depok , jasa pendirian usaha depok , jasa pembuatan pt depok , jasa pendirian pt depok , jasa pembuatan cv depok , jasa pendirian cv depok , jasa audit depok , jasa audit laporan keuangan depok , jasa internal audit depok , jasa pengurusan izin usaha depok , jasa pengurusan ijin usaha depok , jasa perizinan usaha depok , jasa perijinan usaha depok ,

jasa manajemen bisnis depok , jasa bisnis manajemen depok , jasa konsultan bisnis depok , jasa konsultan manajemen depok , jasa konsultan bisnis manajemen depok , jasa konsultan manajemen bisnis depok ,

jasa akuntansi tangerang , jasa akutansi tangerang , jasa pembukuan tangerang , jasa akuntansi pembukuan tangerang , jasa pembukuan akuntansi tangerang , jasa pembukuan laporan keuangan tangerang , jasa akuntansi laporan keuangan tangerang , jasa laporan keuangan tangerang , jasa pembuatan laporan keuangan tangerang , jasa pembuatan perusahaan tangerang , jasa pendiriaan perusahaan tangerang , jasa pembuatan usaha tangerang , jasa pendirian usaha tangerang , jasa pembuatan pt tangerang , jasa pendirian pt tangerang , jasa pembuatan cv tangerang , jasa pendirian cv tangerang , jasa audit tangerang , jasa audit laporan keuangan tangerang , jasa internal audit tangerang , jasa pengurusan izin usaha tangerang , jasa pengurusan ijin usaha tangerang , jasa perizinan usaha tangerang , jasa perijinan usaha tangerang ,

jasa manajemen bisnis tangerang , jasa bisnis manajemen tangerang , jasa konsultan bisnis tangerang , jasa konsultan manajemen tangerang , jasa konsultan bisnis manajemen tangerang , jasa konsultan manajemen bisnis tangerang ,

jasa akuntansi bekasi , jasa akutansi bekasi , jasa pembukuan bekasi , jasa akuntansi pembukuan bekasi , jasa pembukuan akuntansi bekasi , jasa pembukuan laporan keuangan bekasi , jasa akuntansi laporan keuangan bekasi , jasa laporan keuangan bekasi , jasa pembuatan laporan keuangan bekasi , jasa pembuatan perusahaan bekasi , jasa pendiriaan perusahaan bekasi , jasa pembuatan usaha bekasi , jasa pendirian usaha bekasi , jasa pembuatan pt bekasi , jasa pendirian pt bekasi , jasa pembuatan cv bekasi , jasa pendirian cv bekasi , jasa audit bekasi , jasa audit laporan keuangan bekasi , jasa internal audit bekasi , jasa pengurusan izin usaha bekasi , jasa pengurusan ijin usaha bekasi , jasa perizinan usaha bekasi , jasa perijinan usaha bekasi ,

jasa manajemen bisnis bekasi , jasa bisnis manajemen bekasi , jasa konsultan bisnis bekasi , jasa konsultan manajemen bekasi , jasa konsultan bisnis manajemen bekasi , jasa konsultan manajemen bisnis bekasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *