Konsultan Pajak Jakarta Jasa – PERSEDIAAN

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

 

37 Pernyataan ini harus diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalam konteks sistem biaya historis tentang akuntansi persediaan selain:

  • pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (construction contracts) (Iihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentang Kontrak Konstruksi);
  • instrumen keuangan; dan
  • persediaan produsen peternakan, produk pertanian dan kehutanan, dan hasil tambang sepanjang persediaan tersebut dinilai berdasarkan nilai realisasi bersih sesuai dengan kelaziman praktek yang berlaku dalam industri tertentu.

38 Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).

39 Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembehan, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang slap untuk dijual atau dipakai (present location and condition).

40 Biaya persediaan untuk barang yang lazimnya tidak dapat diganti dengan barang lain (not ordinary interchangeable) dan barang serta jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untuk projek khusus harus diperhitungkan berdasarkan identifikasi khusus terhadap biayanya masing-masing.

41 Biaya persediaan, kecuali yang disebut dalam paragraf 40, harus dihitung dengan menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP atau FIFO), rata-rata tertimbang (weighted average cost method), atau masuk terakhir keluar pertama (MTKP atau LIFO).

42 Jika barang dalam persediaan dijual, maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode di mana pendapatan atas penjualan tersebut diakui. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *