Konsultan Pajak Jakarta Jasa – Pembukuan Tentang Investasi Jangka Panjang

Konsultan Pajak Jakarta Jasa │ Jasa Pembukuan Akuntansi Laporan Keuangan │ Jasa Audit | Konsultan Manajemen Bisnis | Jasa Pembuatan Perusahaan & Izin Usaha

lnvestasi jangka panjang dimaksudkan untuk meningkatkan penghasilan perusahaan dilakukan dengan menanamkan modalnya pada perusahaan lain. Untuk kepentingan fiskal, masing-masing jenis investasi jangka panjang misalnya saham, obligasi, dan harta lain harus disajikan terpisah dalam neraca.

Penerimaan dividen dan bunga obligasi dikelompokkan dalam laporan laba-rugi sebagai penghasilan lain-lain. UU PPh mengatur bahwa dividen atau bagian keuntungan yang diterima atau diperoleh badan usaha tidak termasuk sebagai obyek PPh apabila memenuhi syarat Pasal 4 ayat (3) huruf g, dan dalam hal ini timbul beda tetap antara akuntansi dan Pajak.

7.   Pembukuan Tentang Harta Lainnya

Pos-pos yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aktiva lancar dan aktiva tetap dapat digolongkan sebagai aktiva lain-lain. Yang termasuk ke dalam aktiva lain-lain adalah : biaya di bayar di muka, selisih kurs akibat devaluasi, dan piutang direksi dan karyawan. Perlakuan akuntansi dan pajak tidak jauh berbeda.kecuali terhadap pos selisih kurs akibat devaluasi. Pos ini memerlukan perlakuan lebih lanjut oleh Menteri Keuangan.

Pembukuan tentang harta lainnya harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat diketahui keterangan mengenai :

  1. nilai perolehan masing-masing harta tersebut;
  2. saat timbulnya harta yang bersangkutan;
  3. penambahan maupun pengurangan harta.

8.   Pembukuan Tentang Hutang

Hutang dicatat berdasarkan nilai yang dicatat menurut jatuh temponya. Menurut pajak hutang hanya dapat karena transaksi atau keputusan pengadilan yang. Menyebabkan timbulnya hutang. Dalam hal terjadi pembebasan hutang maka jumlah hutang yang dibebaskan tersebut harus dibukukan sebagai penghasilan.

Hutang dividen timbul jika pembagian laba diumumkan oleh perseroan. Pembayar dividen wajib menyetor pajak atas dividen kepada negara. Ketentuan pemungutan pajak dividen diatur dalam Pasal 23 dan Pasal 26 UU PPh.

Sesuai dengan ketentuan pajak. pajak terhutang yang dibayar sendiri maupun pajak yang dipungut atau dipotong pihak ketiga harus disetor ke kas negara dalam jangka waktu yang ditentukan. Penyajian hutang pajak yang baik dan teratur akan memudahkan penelitian atas kewajiban pajak dan pemenuhannya. Hutang pajak yang dimaksud mencakup hal-hal sebagai berikut:

1. hutang Pajak Penghasilan yang dibayar sendiri yaitu Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pasal 29;

2. hutang pajak yang dipungut atau dipotong pihak ketiga terdiri dari Pajak Penghasilan Pasal 21, 22 dan 23;

3. hutang pajak yang wajib dipungut atau dipotong terhadap pihak ketiga yaitu Pajak Penghasilan Pasal 21,22,23, dan Pasal 26

4. hutang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah; dan

5. hutang Pajak Bumi Dan Bangunan.

Pembukuan tentang.hutang harus dapat menyajikan keterangan mengenai saldo hutang pada saat tertentu dan mutasi hutang pada saat tertentu dengan membukukan semua transaksi baik penambahan maupun pengurangan hutang sehingga dapat diperoleh keterangan mengenai :

  1. nama dan alamat kreditur;
  2. jumlah hutang kepada masing-masing kreditur;
  3. saat timbulnya maupun berkurangnya hutang;
  4. jenis hutang misalnya hutang dagang, hutang kepada pegawai, hutang kepada pemegang saham, hutang jangka panjang, hutang jangka pendek dan hutang bank;
  5. kewajiban pembayaran bunga;
  6. tanggal jatuh tempo;
  7. keterangan lainnya yang berkaitan dengan hutang.

Pos hutang kepada pemegang saham harus diperhatikan kemungkinan adanya thin capitalization (usaha pengecilan modal). Menteri Keuangan berwenang untuk menentukan rasio hutang dengan modal untuk menghindari pencatatan bunga yang seharusnya merupakan dividen dengan mencatat modal sebagai hutang sehingga akan mengurangi Penghasilan Kena Pajak dengan adanya pembebanan bunga.

9.   PembukuanTentang Modal

Pengertian modal meliputi modal yang disetor oleh pemilik atau pemegang saham dan Iaba ditahan atau laba yang belum diambil oleh pemilik. Pembukuan tentang modal harus memuat secara terinci mengenai besarnya modal pada awal periode, perubahan-perubahan penambahan maupun pengiriman modal dan besarnya modal pada akhir periode. Khusus bagi perusahaan yang modal terbagi atas saham, dari pembukuannya harus dapat diketahui rincian mengenai:

  1. modal dasar;
  2. saham yang ditempatkan;
  3. saham yang telah disetor;
  4. saham yang masih dalam portepel;
  5. agio atau disagio saham.

Laba ditahan adalah laba yang dikumpulkan setelah pajak sehingga laba ini tidak boleh dibebani atau dikredit dengan pembebanan pos-pos yang seharusnya diperhitungkan dalam laba-rugi tahun berjalan. Dengan kata lain, pembayaran yang bersumber dari laba ditahan tidak diperkenankan sebagai biaya misalnya pembayaran bonus dan tantiem kepada karyawan yang diambilkan dananya dari pos laba ditahan. Ketentuan ini sama antara akuntansi dengan fiskal.

Dalam hal pembayaran ini dilakukan kepada pengurus yang merangkap sebagai pemegang saham maka pembayaran tersebut tidak boleh dianggap sebagai biaya fiskal. Pembayaran ini merupakan pembagian laba (dividen) yang dikenakan pajak penghasilan.

Tiap lembar saham diberi nilai nominal namun saham dapat dijual dengan agio atau disagio. Agio atau disagio ini bukan merupakan penghasilan atau biaya, karenanya tidak ditampilkan dalam penghitungan laba-rugi melainkan langsung ke rekening modal. Hal ini sesuai dengan pajak yang menyatakan bahwa harta yang diterima badan usaha sebagai pengganti saham atau penyertaan modal tidak termasuk sebagai obyek Pajak Penghasilan.

Dalam hal dilakukan penilaian kembali atas aktiva yang diperkenankan berdasarkan Peraturan Pemerintah, maka selisih penilaian kembali merupakan salah satu unsur permodalan yang harus dibukukan tersendiri.

10.    Pembukuan Tentang Penghasilan

Pembukuan tentang penghasilan harus dapat menyajikan keterangan tentang besarnya penghasilan yang sebenarnya diterima atau diperoleh selama periode tertentu yang dapat dikelompokkan lebih lanjut menjadi:

  1. penghasilan dari pekerjaan,.misalnya upah, gaji, honorariun, praktek dokter, notatis, akuntan publik dan sebagainya;
  2. penghasilan dari kegiatan usaha, misalnya penjualan tunai atau kredit;
  3. penghasilan dari modal, misalnya bunga, dividen, royalti, sewa, keuntungan karena pengalihan harta;
  4. penghasilan lainnya, misalnya pembebasan hutang, jasa giro dan menang lotere.

Dalam hal perusahaan sebagai PKP maka pembukuan tentang penjualan barang/jasa sekurang-kurangnya harus mencantumkan mengenai :

  1. Nomor urut;
  2. Nomor dan tanggal Faktur Pajak/PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
  3. NPWP pembeli atau Penerima jasa;
  4. Nama barang atau jasa;
  5. Kuantum;
  6. Dasar Pengenaan Pajak;
  7. Besarnya PPN untuk penjualan barang atau penyerahan jasa pada PKP maupun bukan PKP.

Pembukuan juga harus mencantumkan secara jelas dan terinci mengenai:

  1. penyerahan barang atau jasa yang terhutang PPN;
  2. penyerahan barang atau iasa yang tidak terhutang PPN;
  3. penyerahan barang yang dikenakan tarif 0%;
  4. penyerahan barang atau jasa yang PPN terhutangnya tidak dipungut;
  5. penyerahan barang yang PPN-nya dibebaskan;
  6. penyerahan barang yang PPN-nya ditangguhkan pengenaannya;
  7. penyerahan barang atau jasa yang PPN-nya Ditanggung Pemerintah;
  8. penyerahan barang yang dikenakan PPnBM.

Apabila terjadi retur penjualan, maka selain harus dibukukan dalam buku retur penjualan, juga harus dilakukan dalam buku penjualan dan mengurangi jumlah penjualan maupun pajak keluaran dalam periode terjadinya penjualan retur tersebut.

Sedangkan dalam hal terjadi pengambilan barang dari persediaan selain untuk keperluan usahanya, misalnya untuk pemakaian sendiri, hadiah dan untuk contoh (sampel) harus dibukukan secara jelas dan terinci, karena transaksi tersebut digolongkan sebagai penyerahan dan terhutang PPN/PPnBM. Selain itu, dari pembukuan tentang penghasilan harus dapat diketahui dengan jelas penghasilan yang merupakan obyek pajak dan penghasilan yang tidak termasuk sebagai obyek pajak.

11.    Pembukuan Tentang Biaya

Pembukuan tentang biaya harus dapat menyajikan keterangan mengenai biaya yang sebenarnya dibayarkan atau terhutang selama periode tertentu. Selanjutnya dari penghasilan tersebut harus pula dapat diketahui secara jelas biaya-biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sesuai dengan ketentuan perpajakan, misalnya biaya-biaya yang berkaitan dengan hubungan kerja seperti pemberian kenikmatan dalam bentuk natura harus dipisahkan secara jelas dari pembayaran dalam bentuk uang karena pemberian kenikmatan dalam bentuk natura tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto, kecuali untuk perumahan di daerah terpencil yang diijinkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.

Apabila Wajib Pajak merupakan PKP, maka pembukuan atas pembelian atau impor sekurang-kurangnya harus mencantumkan :

  1. Nomor urut;
  2. tanggal dan Nomor Faktur Pajak/PIB (Pemberitahuan Impor Barang);
  3. NPWP penjual atau pemberi jasa/ Kantor Bea dan Cukai;
  4. Nama barang atau jasa;
  5. Kuantum;
  6. Dasar Pengenaan Pajak;
  7. Besarnya PPN yang dapat dikreditkan dan yang tidak dapat dikreditkan.

Pembukuan juga harus mengungkapkan secara jelas dan terperinci mengenai:

  1. penyerahan barang atau jasa yang terhutang PPN;
  2. penyerahan barang atau jasa yang tidak terhutang PPN;
  3. penyerahan/impor barang atau pemanfaatan jasa yang PPN terhutangnya tidak dipungut;
  4. penyerahan/impor barang yang PPN-nya dibebaskan;
  5. penyerahan/impor barang yang PPN-nya ditangguhkan pengenaannya;
  6. penyerahan/impor barang atau pemanfaatan jasa yang PPN-nya Ditanggung Pemerintah;
  7. penyerahan/impor barang yang dikenakan PPnBM.

Apabila terjadi retur pembelian, maka harus dibukukan dalam buku retur pembelian dan mengurangi jumlah pembelian maupun pajak masukan dalam periode terjadinya retur pembelian tersebut.

Dari hasil pembukuan tersebut diharapkan keterangan-keterangan yang dibutuhkan untuk menghitung pajak terhutang dapat menjadi lengkap dan memudahkan Waiib Pajak maupun Pemeriksa Pajak untuk memeriksanya. Terselenggaranya pembukuan yang lengkap dan terinci mengenai semua transaksi yang telah dilakukan akan memberi manfaat antara tain memperriudah Wajib Pajak dalam mengisi SPT, Penghasilan Kena Pajak dapat dihitung dengan tepat oleh Wajib Pajak dan Wajib Pajak dapat mengetahui secara pasti mengenai posisi keuangan serta hasil kegiatan usahanya;

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

konsultan pajak , jasa konsultan pajak , konsultan pajak jakarta , konsultan pajak indonesia , konsultan pajak jabodetabek , konsultan pajak jakarta barat , konsultan pajak jakarta timur , konsultan pajak jakarta selatan , konsultan pajak jakarta utara , konsultan pajak jakarta pusat , konsultan pajak bogor , konsultan pajak depok , konsultan pajak tangerang , konsultan pajak bekasi , kantor konsultan pajak , konsultan pajak murah , jasa konsultasi pajak , tarif konsultan pajak , jasa laporan keuangan , pembuatan laporan keuangan , jasa manajemen bisnis , konsultan bisnis , jasa konsultan pajak jakarta , jasa konsultasi pajak , jasa laporan pajak , jasa laporan spt pajak , jasa laporan spt tahunan , jasa laporan spt masa bulanan , jasa laporan spt pajak orang pribadi , jasa laporan spt pajak badan usaha , jasa laporan spt pajak perusahaan , jasa laporan keuangan , jasa pembuatan laporan keuangan , jasa akuntansi , jasa pembukuan , jasa pembuatan laporan pajak , jasa pembuatan laporan spt pajak , jasa pembuatan laporan spt tahunan , jasa pembuatan spt pajak , jasa pembuatan spt tahunan , jasa pembuatan spt masa bulanan , jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan spt tahunan perusahaan , konsultan pajak 2014 , jasa konsultan pajak 2014 , konsultan pajak 2015 , jasa konsultan pajak 2015 , jasa laporan spt tahunan orang pribadi , jasa laporan spt tahunan badan usaha , jasa laporan spt tahunan perusahaan , jasa pembuatan spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan spt tahunan perusahaan , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan orang pribadi , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan badan usaha , jasa pembuatan laporan pajak spt tahunan perusahaan ,

jasa akuntansi , jasa akutansi , jasa pembukuan , jasa akuntansi pembukuan , jasa pembukuan akuntansi , jasa pembukuan laporan keuangan , jasa akuntansi laporan keuangan , jasa laporan keuangan , jasa pembuatan laporan keuangan , jasa pembuatan perusahaan , jasa pendiriaan perusahaan , jasa pembuatan usaha , jasa pendirian usaha , jasa pembuatan pt , jasa pendirian pt , jasa pembuatan cv , jasa pendirian cv , jasa audit , jasa audit laporan keuangan , jasa internal audit , jasa pengurusan izin usaha , jasa pengurusan ijin usaha , jasa perizinan usaha , jasa perijinan usaha ,

jasa akuntansi jakarta , jasa akutansi jakarta , jasa pembukuan jakarta , jasa akuntansi pembukuan jakarta , jasa pembukuan akuntansi jakarta , jasa pembukuan laporan keuangan jakarta , jasa akuntansi laporan keuangan jakarta , jasa laporan keuangan jakarta , jasa pembuatan laporan keuangan jakarta , jasa pembuatan perusahaan jakarta , jasa pendiriaan perusahaan jakarta , jasa pembuatan usaha jakarta , jasa pendirian usaha jakarta , jasa pembuatan pt jakarta , jasa pendirian pt jakarta , jasa pembuatan cv jakarta , jasa pendirian cv jakarta , jasa audit jakarta , jasa audit laporan keuangan jakarta , jasa internal audit jakarta , jasa pengurusan izin usaha jakarta , jasa pengurusan ijin usaha jakarta , jasa perizinan usaha jakarta , jasa perijinan usaha jakarta ,

jasa manajemen bisnis , jasa bisnis manajemen , jasa konsultan bisnis , jasa konsultan manajemen , jasa konsultan bisnis manajemen , jasa konsultan manajemen bisnis , jasa manajemen bisnis jakarta , jasa bisnis manajemen jakarta , jasa konsultan bisnis jakarta , jasa konsultan manajemen jakarta , jasa konsultan bisnis manajemen jakarta , jasa konsultan manajemen bisnis jakarta

===

jasa akuntansi bogor , jasa akutansi bogor , jasa pembukuan bogor , jasa akuntansi pembukuan bogor , jasa pembukuan akuntansi bogor , jasa pembukuan laporan keuangan bogor , jasa akuntansi laporan keuangan bogor , jasa laporan keuangan bogor , jasa pembuatan laporan keuangan bogor , jasa pembuatan perusahaan bogor , jasa pendiriaan perusahaan bogor , jasa pembuatan usaha bogor , jasa pendirian usaha bogor , jasa pembuatan pt bogor , jasa pendirian pt bogor , jasa pembuatan cv bogor , jasa pendirian cv bogor , jasa audit bogor , jasa audit laporan keuangan bogor , jasa internal audit bogor , jasa pengurusan izin usaha bogor , jasa pengurusan ijin usaha bogor , jasa perizinan usaha bogor , jasa perijinan usaha bogor ,

jasa manajemen bisnis bogor , jasa bisnis manajemen bogor , jasa konsultan bisnis bogor , jasa konsultan manajemen bogor , jasa konsultan bisnis manajemen bogor , jasa konsultan manajemen bisnis bogor ,

jasa akuntansi depok , jasa akutansi depok , jasa pembukuan depok , jasa akuntansi pembukuan depok , jasa pembukuan akuntansi depok , jasa pembukuan laporan keuangan depok , jasa akuntansi laporan keuangan depok , jasa laporan keuangan depok , jasa pembuatan laporan keuangan depok , jasa pembuatan perusahaan depok , jasa pendiriaan perusahaan depok , jasa pembuatan usaha depok , jasa pendirian usaha depok , jasa pembuatan pt depok , jasa pendirian pt depok , jasa pembuatan cv depok , jasa pendirian cv depok , jasa audit depok , jasa audit laporan keuangan depok , jasa internal audit depok , jasa pengurusan izin usaha depok , jasa pengurusan ijin usaha depok , jasa perizinan usaha depok , jasa perijinan usaha depok ,

jasa manajemen bisnis depok , jasa bisnis manajemen depok , jasa konsultan bisnis depok , jasa konsultan manajemen depok , jasa konsultan bisnis manajemen depok , jasa konsultan manajemen bisnis depok ,

jasa akuntansi tangerang , jasa akutansi tangerang , jasa pembukuan tangerang , jasa akuntansi pembukuan tangerang , jasa pembukuan akuntansi tangerang , jasa pembukuan laporan keuangan tangerang , jasa akuntansi laporan keuangan tangerang , jasa laporan keuangan tangerang , jasa pembuatan laporan keuangan tangerang , jasa pembuatan perusahaan tangerang , jasa pendiriaan perusahaan tangerang , jasa pembuatan usaha tangerang , jasa pendirian usaha tangerang , jasa pembuatan pt tangerang , jasa pendirian pt tangerang , jasa pembuatan cv tangerang , jasa pendirian cv tangerang , jasa audit tangerang , jasa audit laporan keuangan tangerang , jasa internal audit tangerang , jasa pengurusan izin usaha tangerang , jasa pengurusan ijin usaha tangerang , jasa perizinan usaha tangerang , jasa perijinan usaha tangerang ,

jasa manajemen bisnis tangerang , jasa bisnis manajemen tangerang , jasa konsultan bisnis tangerang , jasa konsultan manajemen tangerang , jasa konsultan bisnis manajemen tangerang , jasa konsultan manajemen bisnis tangerang ,

jasa akuntansi bekasi , jasa akutansi bekasi , jasa pembukuan bekasi , jasa akuntansi pembukuan bekasi , jasa pembukuan akuntansi bekasi , jasa pembukuan laporan keuangan bekasi , jasa akuntansi laporan keuangan bekasi , jasa laporan keuangan bekasi , jasa pembuatan laporan keuangan bekasi , jasa pembuatan perusahaan bekasi , jasa pendiriaan perusahaan bekasi , jasa pembuatan usaha bekasi , jasa pendirian usaha bekasi , jasa pembuatan pt bekasi , jasa pendirian pt bekasi , jasa pembuatan cv bekasi , jasa pendirian cv bekasi , jasa audit bekasi , jasa audit laporan keuangan bekasi , jasa internal audit bekasi , jasa pengurusan izin usaha bekasi , jasa pengurusan ijin usaha bekasi , jasa perizinan usaha bekasi , jasa perijinan usaha bekasi ,

jasa manajemen bisnis bekasi , jasa bisnis manajemen bekasi , jasa konsultan bisnis bekasi , jasa konsultan manajemen bekasi , jasa konsultan bisnis manajemen bekasi , jasa konsultan manajemen bisnis bekasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *