Penelaahan Periode Amortisasi dan Metode Amortisasi

Tax

Periode amortisasi dan metode amortisasi ditelaah (ditinjau ulang) setidak-tidaknya setiap akhir tahun buku. Jika perkiraan masa manfaat aktiva berbeda secara signifikan dengan estimasi-estimasi sebelumnya, periode amortisasi harus disesuaikan .Jika terjadi perubahan yang signifikan dalam perkiraan pola konsumsi manfaat ekonomis dari aktiva, metode amortisasi harus diubah untuk mencerminkan pola yang berubah tersebut. Perubahan tersebut harus diperhitungkan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai dengan PSAK 25: Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi, yaitu dengan menyesuaikan biaya amortisasi untuk periode kini dan periode masa depan.

Pada saat tertentu, di sepanjang umur suatu aktiva tidak berwujud, mungkin timbul indikasi bahwa estimasi masa manfaat aktiva tersebut kurang tepat. Misalnya, masa manfaat dapat diperpanjang dengan melakukan pengeluaran yang memperbaiki kondisi aktiva sehingga kinerjanya melebihi standar yang diperkirakan semula. Di lain pihak, diakuinya rugi karena penurunan nilai dapat berarti periode amortisasi juga harus diubah.

Dengan berjalannya waktu, pola manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan akan dinikmati perusahaan dari suatu aktiva tidak berwujud dapat berubah. Misalnya, dapat timbul indikasi bahwa metode amortisasi saldo menurun ternyata Iebih tepat jika dibandingkan dengan metode garis lurus. Contoh Iainnya ialah apabila penggunaan hak yang diperoleh melalui suatu lisensi ditangguhkan menunggu tindakan/putusan pada komponen lainnya dari suatu rencana usaha, manfaat ekonomis yang timbul dari aktiva tersebut mungkin tidak diterima hingga periode berikutnya.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id
 

Nilai Sisa

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Peristiwa Setelah Tanggal Neraca 3

Nilai sisa suatu aktiva tidak berwujud seharusnya diasumsikan sama dengan nol, kecuali:

  1. ada komitmen dari pihak ketiga untuk membeli aktiva tersebut pada akhir masa manfaatnya; atau
  2. ada pasar aktif bagi aktiva tersebut dan:
    i.   nilai sisa aktiva dapat ditentukan dengan mengacu pada harga         yang berlaku di pasar tersebut; dan
    ii. terdapat kemungkinan yang cukup besar bah wa pasar yang              aktif tersebut akan tetap ada pada akhir masa manfaat aktiva.

Nilai yang dapat diamortisasi clan aktiva tidak berwujud ditentukan dengan mengurangkan nilai sisanya. Nilai sisa yang tidak sama dengan no] memberikan implikasi bahwa perusahaan berharap untuk menjual aktiva tidak berwujud tersebut sebelum masa ekonomisnya berakhir.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id
 

Metode Amortisasi

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Identifikasi Perusahaan dalam Tahap Pengembangan

Metode amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis oleh perusahaan. Jika pola tersebut Oak dapat ditentukan secara andal, maka harus digunakan metode garis lurus. Biaya amortisasi setiap periode harus diakui sebagai beban kecuali PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskannya untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat aktiva lain.

Terdapat berbagai metode amortisasi untuk mengalokasi jumlah yang dapat diamortisasi dari suatu aktiva atas dasar yang sistematis sepanjang masa manfaatnya.

Metode-metode itu meliputi metode garis lurus, metode saldo menurun dan metode jumlah unit produksi. Metode yang digunakan pada suatu aktiva ditentukan berdasarkan perkiraan pola konsumsi manfaat ekonomis dan diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya, kecuali bila terdapat perubahan dalam perkiraan pola konsumsi tersebut. Pada umumnya akan sangat sulit ditemukan bukti yang mendukung diterapkannya metode amortisasi aktiva tidak berwujud yang akan menghasilkan jumlah akumulasi amortisasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan akumulasi amortisasi berdasarkan metode garis lurus.

Amortisasi biasanya diakui sebagai beban. Namun, kadang-kadang, manfaat ekonomis yang terkandung dalam suatu aktiva diserap oleh perusahaan untuk menghasilkan aktiva lain dan tidak menimbulkan beban. Dalam hal demikian, beban amortisasi merupakan bagian dari harga pokok aktiva lain tersebut dan dimasukkan ke dalam nilai tercatatnya. Misalnya, amortisasi aktiva tidak berwujud yang digunakan dalam proses produksi dimasukkan ke dalam nilai tercatat persediaan.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id
 

Amortisasi Periode Amortisasi

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Kontinjensi dan Peristiwa setelah Tanggal

Jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya. Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva Oak berwujud Oak akan melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva slap digunakan. Amortisasi harus mulai dihitung saat aktiva slap untuk digunakan.

Manfaat ekonomis masa depan yang terkandung dalam suatu aktiva tidak berwujud dikonsumsi dengan berjalannya waktu. Untuk mencerminkan konsumsi tersebut, nilai tercatat aktiva tersebut diturunkan. Hal’tersebut, dilakukan melalui alokasi yang sistematis atas biaya perolehan, dikurangi nilai sisa. Alokasi yang sistematis tersebut diperhitungkan sebagai beban amortisasi sepanjang masa manfaat aktiva tersebut. Amortisasi perlu diakui tanpa memandang apakah telah terjadi kenaikan, misalnya, pada nilai wajar atau nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tersebut. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud, termasuk:

  1. perkiraan pemakaian aktiva oleh perusahaan dan efisiensi pengelolaannya oleh tim manajemen yang lain;
  2. siklus hidup produk (product life cycles) yang lazim bagi aktiva tersebut dan informasi yang beredar mengenai estimasi masa manfaat aktiva sejenis yang digunakan dengan cara yang sama;
  3. keusangan teknis, teknologi, atau jenis-jenis keusangan lainnya;
  4. stabilitas industri tempat aktiva tersebut beroperasi dan perubahan-perubahan dalam permintaan pasar atas produk dan jasa yang dihasilkan oleh aktiva tersebut;
  5.  perkiraan tindakan oleh pesaing atau calon pesaing;
  6. tingkat/jumlah pengeluaran untuk pemeliharaan yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat ekonomis masa depan dari aktiva dan kemampuan serta maksud perusahaan untuk mencapai tingkat tersebut;
  7. periode pengendalian aktiva dan pembatasan hukum atau pembatasan lainnya yang dikenakan atas penggunaan aktiva tersebut, seperti tanggal berakhirnya sewa guna usaha yang terkait; dan
  8. ketergantungan masa manfaat aktiva tersebut atas masa manfaat aktiva lainnya dari perusahaan.

Menilik sejarah pesatnya perkembangan teknologi, piranti lunak komputer, dan banyak aktiva tidak berwujud lainnya rentan terhadap keusangan teknologi. Oleh karena itu, mass manfaat aktiva tidak berwujud cenderung pendek.

Estimasi masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud pada umumnya menjadi kurang andal sejalan dengan semakin panjangnya masa manfaat aktiva tersebut. Pernyataan ini menganut pandangan bahwa masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud pada umumnya tidak akan melebihi 20 tahun.

Dalam kasus yang jarang terjadi, timbul bukti yang meyakinkan bahwa masa manfaat aktiva tidak berwujud akan melebihi 20 tahun. Dalam hal ini, asumsi bahwa masa manfaat pada umumnya tidak melebihi 20 tahun tidak berlaku lagi, dan perusahaan:

  1. mengamortisasi aktiva tidak berwujud sepanjang estimasi terbaik atas masa manfaatnya;
  2. mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tidak berwujud, paling tidak setahun sekali, dalam rangka mengidentifikasi rugi penurunan nilai dan
  3. mengungkapkan alasan asumsi 20 tahun tidak berlaku lagi dan faktor-faktor utama dalam menentukan masa manfaat aktiva

Masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud mungkin saja sangat panjang, tetapi selalu ada batasnya. Mengingat adanya unsur ketidakpastian, masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud perlu ditentukan oleh perusahaan secara hati-hati. Namun, perusahaan juga harus menghindarkan penetapan masa manfaat yang secara realistis terlalu pendek.

Jika pengendalian atas manfaat ekonomis masa depan dari suatu aktiva tidak berwujud diperoleh melalui hak hukum yang diberikan selama suatu periode tertentu, maka masa manfaat aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi periode hak hukum tersebut kecuali:
(a) hak hukum tersebut dapat diperbarui; dan
(b) pembaruan tersebut pada dasarnya pasti diperoleh.

Ada berbagai faktor ekonomis dan hukum yang dapat mempengaruhi masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud: faktor ekonomis menentukan periode perusahaan menikmati masa manfaat ekonomis masa depan; sedangkan faktor hukum dapat membatasi periode perusahaan mengendalikan akses terhadap manfaat tersebut. Masa manfaat adalah periode yang lebih pendek di antara periode-periode yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Berikut adalah beberapa di antara faktor-faktor yang dapat memberikan indikasi bahwa pembaruan hak hukum pada dasarnya sudah pasti:

  1. nilai wajar aktiva tidak berwujud tidak mengalami penurunan dengan semakin dekatnya waktu yang semula ditetapkan sebagai waktu berakhirnya aktiva tersebut atau nilai wajar aktiva tersebut tidak mengalami penurunan yang nilainya Iebih besar jika dibandingkan dengan biaya memperbarui hak yang terkandung dalam aktiva tersebut;
  2. terdapat bukti (misalnya, berdasarkan pengalaman masa lampau) bahwa hak hukum tersebut akan diperbarui; dan
  3. terdapat bukti bahwa persyaratan untuk memperoleh pembaruan hak hukum, jika ada, akan dipenuhi.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id
 

Pengeluaran Setelah Perolehan

Konsultan Pajak Jakarta Jasa , Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Pengeluaran setelah aktiva Oak berwujud diperoleh (sering disebut “pengeluaran setelah perolehan) diakui sebagai beban pada saat terjadinya pengeluaran, kecuali:

  1.  pengeluaran tersebut besar kemungkinannya akan meningkatkan manfaat ekonomis masa depan sehingga menjadi lebih besar daripada standar kinerja yang diperkirakan semula; dan
  2. pengeluaran tersebut dapat diukur dan dikaitkan dengan aktiva secara andal.Jika persyaratan persyaratan di atas dipenuhi, maka pengeluaran setelah perolehan harus ditambahkan kepada biaya perolehan aktiva Oak berwujud.

Pengeluaran setelah aktiva tidak berwujud diperoleh (pengeluaran setelah perolehan) diakui sebagai beban jika pengeluaran tersebut dibutuhkan untuk memelihara aktiva agar dapat beroperasi pada standar kinerja yang diperkirakan semula. Aktiva tidak berwujud memiliki karakteristik sedemikian rupa sehingga dalam banyak kasus tidak mungkin dapat ditentukan apakah pengeluaran setelah aktiva diperoleh akan dapat mempertahankan atau meningkatkan manfaat ekonomis yang diperoleh perusahaan dari aktiva tersebut. Di samping itu, sering kali sulit mengaitkan secara langsung pengeluaran tersebut dengan aktiva tidak berwujud tertentu, tetapi lebih mudah mengaitkan pengeluaran dengan perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian, jarang terjadi pengeluaran setelah pengakuan awal aktiva tidak berwujud, balk aktiva yang diperoleh melalui pembelian maupun yang dihasilkan sendiri, diakui sebagai penambahan biaya perolehan aktiva tidak berwujud.

Sejalan dengan pambahasan sebelumnya, pengeluaran setelah perolehan merek, judul publikasi, daftar pelanggan, dan unsur-unsur lain yang substansinya sama (balk yang dibeli dari luar maupun yang dihasilkan secara intern) selalu diakui sebagai beban untuk menghindarkan diakuinya muhibah (goodwill) yang dihasilkan secara intern.

Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Pajak silahkan  untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.

Mitra Konsultindo Jasa Konsultan Pajak

Phone          : 082112290033
Telpon          : (021) 589 07 177
Email            : mitrakonsultindo99@gmail.com
Website     : www.mitrakonsultindo.co.id